Popular Post

Tampilkan postingan dengan label mbolang. Tampilkan semua postingan

Mlipir ke surga tersembunyi? Bercinta dengan gadis kecil!!!

By : Unknown
"Yah, seharusnya kita tanya lebih detail tadi soal jalurnya", ucapnya pelan
"Apa kau menyerah?"
"tapi ini bukan jalur yang benar, mana jalan setapak yang dibilang bapak tadi? yang ada hanya semak - semak perawan disekitar sini. Kita pasti nyasar!!!" ucapnya ketus
"Ok, kita istirahat dulu disini sebentar"
"tapi kan disini tak ada secangkir kopi . . . .  .", sambil bermain air dan sedikit melirik ke dedaunan di sekitarnya
"hahahahah, kukira tak perlu secangkir kopi untuk menikmati alam ini. Kita hanya perlu bercinta"
"heeh? maksudmu? jangan aneh - aneh ya, kamu kira aku ini apa?"
"kamu salah paham, kawan"
"lalu, apa maksudmu?"
"Tak perlu secangkir kopi untuk menikmati alam ini, Kita hanya perlu bercinta"
"Berbagi cerita dan tawa" ucapku pelan
"Dasar, aku hampir saja lari ketakutan tadi. Sudah merindang saja badan ini. Aku kira kau akan mengajakku . . . .", dia tertunduk
"ahahahaha, jadi kau mengharapkan yang lainnya?",
dan belum sempat dia menjawab aku sudah berdiri
"Ayo kita lanjutkan, kita pasti menemukan tempat itu. dan lalu kita bisa bercinta disana" ujarku penuh semangat
"Ayo, let's find it!!!" diapun beranjak, bergerak

Perjalanan yang tak terencana akan memberikan hasil yang tak terduga

Halooooooooooooooooooooooooooooo (eh kepanjangan)

ketemu lagi dengan siput kecil, kali ini siput kecil berkesempatan untuk mlipir lagi
explore lagi dan seperti biasa tanpa rencana dan alhamdullilah kita menemukan primadona Bojonegoro (setidaknya begitu temanku menyebutnya, hihihihihi)
Niat awalnya seh mau mengantar teman mengunjungi Pak Supangat, penemu fosil ikan paus purba dan merupakan anggota koramil temayang yang sudah aku anggap Bapak sendiri untuk membuat profile beliau. namun ternyata beliau sedang ada acara di Balai Desa Jono, kunjungan apalah gitu (hehe aku lupa, ada hubungannya dengan polisi pokoknya)

skip skip

setelah menunggu cukup singkat dirumah beliau di desa Buntalan kecamatan Temayang, kami akhirnya sepakat untuk "nyusul" beliau ke ke balai desa.
Ternyata di balai desa acara belum selesai, jadi kami memutuskan untuk mlipir dulu.
Setelah ngobrol tentang tujuan dan berbekal postingan seorang kawan dari media sosial
kami memutuskan untuk mlipir ke air terjun di daerah Kecamatan Bubulan

"Mas mandek, kita mesti menolongnya"
"Biarkan, paling juga orang gila"
"Ah, dimana rasa kemanusiaanmu?"

Dalam perjalanan yang penuh dengan obrolan, curhatan sampai debat kusir yang aku juga ga paham maksudnya (hehe), kami dikejutkan oleh seorang pria yang tertidur tengkurap di pinggir jalan. Setelah kami amati dan cermati dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat - singkatnya *alah opo iki
temanku berpendapat dia adalah korban pembunuhan atau korban tabrak lari, namun setelah bertanya kepada warga sekitar situ . . .

"Wes jarne ae mas, iku wong gendeng (orang gila, red). Sudah biasa seperti itu, orang sini sudah hafal"

"Asem ngagetin orang saja, aku kira korban tabrak lari atau kriminalitas lainnya", ujar temanku pelan agar warga tidak mendengar
"Dan kau berharap dapat rejeki lebih hari ini? ahahahah"
"sudah sudah, mari kita c'mon"

masih dengan tertawa cekikikan karena kejadian tadi kami melanjutkan perjalanan, sampai ke wilayah kecamatan Bubulan
setelah bertanya kebeberapa warga sekitar, dan sempet kebablasan arah arah karena ternyata warga mengenal air terjun ini dengan sebutan lain dan jalur yang harus dilalui, fiuuuuh lumayan lah

"untung aku ajak black kirin hari ini", ucapku pelan namun ternyata temanku menyadarinya
"siapa black kirin?"
"nih si kuda besi yang setia menemani kegilaanku jalan jalan"
"oalah, dasar bocah aneh"
dan kami kembali tertawa sambil bertanya - tanya, apakah kami akan bertemu peradapan diujung jalan yang mengasikkan ini,
setelah bertanya arah ke beberapa pekerja yang sedang membangun jalan
akhirnya kami tau bahwa lokasi yang kami tuju berada di kawasan tengah hutan

"pak disana ada yang jualan bensin", tanyaku malu - malu
"oh ada mas, warung kopi juga ada, atau sampeyan mau ngopi dulu sebentar disini?"
"makasih pak, kami lanjut dulu aja, misi pak makasih infonya"
"sama - sama mas"

dan perjalanan kami pun berlanjut dengan obrolan tentang angin di pegunungan, setidaknya black kirin sudah tidak perlu kwatir lagi kehausan ditengah jalan.

"itu kebakaran?", temanku bertanya polos
"bukan, itu sengaja dibakar, agar rumput disekitar tidak menutupi jalan yang ada"
"apa nggak bahaya?"
"tenang ada orang kok, kalo api terlalu besar, mereka pasti akan bertindak" aku menunjuk kepada sepasang suami istri yang sedang menggembala sapi. lalu kami sedikit obrolan tentang wilayah sekitar situ dan lokasi yang menjadi tujuan kami, yang ternyata masih jarang dikunjungi orang karena memang berada di tengah hutan dan masih alami, belum terlalu dijamah atau dikunjungi orang.
kamipun jadi bersemangat untuk segera menuju ke lokasi, tapi tiba - tiba aku dikagetkan dengan suara pelan

"aku haus", suara itu terdengar pelan sekali
aduuuuh, aku lupa pada kondisi black kirin yang dilanda dehidrasi sejak kami berangkat tadi. Segera kami menuju ke wilayah perkampungan didekat situ untuk menghilangkan dahaga

"bu, bensinnya ada?"
"wonten mas, pinten?"
"kaleh bu, ngapunten daerah mriki wonten air terjun tebih pundi njeh bu?"
"air terjun napa njeh mas, kok kulo mboten nate mireng?"
waduh, kok malah nggak tahu ya?
padahal daerah ini mestinya perkampungan yang dikatakan bapak pekerja yang aku temui di jalan tadi, apa kami salah ambil jalur tadi ya...
"emmm, anu bu..."
"maksudnya, grojogan bu", temanku tiba - tiba nyletuk dari belakang
"oh kalau grojogan sampeyan kelewat, jane pertigaan tadi sampeyan lurus saja, lalu ambil jalur kiri"
"kalau nanti bingung tanya aja pada orang - orang yang membuat arang disana mas", terdengar suara ibu - ibu ikut nimbrung dalam obrolan kami
"oh, iya bu"
setelah membayar kamipun putar arah dan menuju ke jalur yang ditunjukkan oleh ibu penjual bensin tadi.
dan yang tidak kami sadari, kami tadi dikerumi oleh ibu - ibu disana. Udah kayak mau arisan ibu - ibu PKK aja. kami hanya tertawa sendiri ketika temenku bilang kita seperti artis ibukota yang datang untuk mengunjungi fans nya.

"mas itu ada orang"
"mana?"
"itu", sambil menunjuk kepulan asap ditengah hutan yang berasal dari camp para pembuat arang.
Setelah aku memarkir motorku di dekat motor yang ada di sana, aku menyusul temanku yang sudah berlari duluan kebawah. Setelah bertanya arah dan ngobrol sedikit dengan bapak pembuat arang, kami langsung bergegas mengikuti jalan setapak yang ditunjukkan kepada kami.
tak beberapa lama kami sampai ke tempat yang kami tuju, temanku sudah minta foto saja but wait . . .

"bentar deh, ini kok kayaknya air terjun juga. kamu kesana dulu deh biar aku cek dulu"
"woe yang ini lebih tinggi dan keren woe", teriakku antusias
"mana, mana"
"tuh liat kebawah, hati - hati licin banget ini"
"wuaaaaah, kereeen jan. Tapi bagaimana caranya turun kesana ya?"
"ayo kita cari jalur nya, harusnya ada soalnya sudah pernah ada yang kesini kan?"
"ok siap ndan, tapi kita foto - foto dulu ya", sambil senyam senyum gak jelas
"hedeeeh, ok deh"
dengan penuh rasa penasaran, kami mencoba mencari jalur namun tak kami temui juga bekas jalan setapak maupun tanda tanda jalur turun ke air terjun.
Yang ada hanya tebing, semakin lama kami semakin jauh dan tak terdengar lagi suara air terjun.
setelah berunding sebentar kami memutuskan untuk kembali ke camp pembuat arang tadi.
Dan benar saja, menurut informasi dari bapak pembuat arang kami salah jalur, harusnya kami menyebrangi sungai dan mlipir diseberang untuk sampai ke jalur turun ke bawah air terjun.

Setelah istirahat sebentar, kami memutuskan untuk mencoba mencari kembali jalur menuju air terjun, namun sialnya kami menemukan jalan buntu

"didepan cuma semak belukar ini, tidak ada tanda - tanda bekas jalan setapak", teriakku
"loh, yakin?, kalau begitu kita balik saja"
"beneran, mending kita cari jalur lain. ini jalas nggak mungkin jalurnya"
"Yah, seharusnya kita tanya lebih detail tadi soal jalurnya", ucapnya pelan
"Apa kau menyerah?"
"tapi ini bukan jalur yang benar, mana jalan setapak yang dibilang bapak tadi? yang ada hanya semak - semak perawan disekitar sini. Kita pasti nyasar!!!" ucapnya ketus
"Ok, kita istirahat dulu disini sebentar"
"tapi kan disini tak ada secangkir kopi . . . .  .", sambil bermain air dan sedikit melirik ke dedaunan di sekitarnya
"hahahahah, kukira tak perlu secangkir kopi untuk menikmati alam ini. Kita hanya perlu bercinta"
"heeh? maksudmu? jangan aneh - aneh ya, kamu kira aku ini apa?"
"kamu salah paham, kawan"
"lalu, apa maksudmu?"
"Tak perlu secangkir kopi untuk menikmati alam ini, Kita hanya perlu bercinta"
"Berbagi cerita dan tawa" ucapku pelan
"Dasar, aku hampir saja lari ketakutan tadi. Sudah merindang saja badan ini. Aku kira kau akan mengajakku . . . .", dia tak tertunduk
"ahahahaha, jadi kau mengharapkan yang lainnya?",
dan belum sempat dia menjawab aku sudah berdiri
"Ayo kita lanjutkan, kita pasti menemukan tempat itu. dan lalu kita bisa bercinta disana" ujarku penuh semangat
"Ayo, let's find it!!!" diapun beranjak, bergerak

ketika semangat kami mulai bangkit, ternyata bapak pembuat arang tadi ada dibelakang kami. bapak tadi bermaksud mencari rumput untuk pakan ternaknya, dan menawarkan kepada kami untuk menunjukkan jalan ke air terjun kepada kami.
dalam hati kami berucap "alhamdullilah", Allah pasti memberikan jalan jika kita tidak menyerah.

"dari sini sampeyan lurus saja mas, di depan situ sampeyan belok kanan"
"njeh pak, matur nuwun"
"samai - sami mas, hati - hati ya"
"njeh pak"

rasa penasaran sudah diubun-ubun, dan semangat sudah 45. dalam hati aku berteriak keras
"perjalanan ini harus dituntaskan"
dan diujung jalan setapak kami akhirnya bertemu dengan sungai kembali, aku langsung saja meloncat dan melihat apakah benar kami berada di jalur yang tepat.
Sejenak ku lihat samar - samar dari terlihat butiran putih jatuh dari ketinggian

dan dalam keheningan hutan aku berteriak (semoga diampuni)
"Woe, we find it. The Lost World"
"yakin?", temanku seolah masih tidak percaya
"sudah ayo kesini, cepetan"
"waaaaaah kereeeen, woe keren woe"
"ahahaha bener banget, mari kita kesana"
dengan sedikit berlari kecil karena batu di sungai licin membuat kami harus berhati hati dalam berjalan kami menuju ke kaki air terjun.

"Terbayar kan kawan"
"yes, luar biasa. ini lebih dari sekedar keren woe"
"jadi, apa kau menyerah?" tanyaku menggodanya
"sepertinya kita perlu lebih banyak bercinta lagi setelah ini"
"ahahahahaha" dan aku hanya bisa tertawa ketika dia mengatakan hal itu

dan dalam syukur yang tak bisa kami ungkapkan kami akhirnya bercinta dibawah air terjun. banyak hal yang kami dapatkan dalam perjalanan tak terencana dan tak terduga kali ini.
dan harus kami simpan dalam hati,

kesabaran dan ketelitian adalah kunci, sedangkan usaha dan semangat pantang menyerah adalah roda yang berhasil membawa kami sampai di tempat ini


Grojogan pucang wadon
foto : siput kecil bojonegoro
















Grojogan pucang lanang
foto : siput kecil bojonegoro























dan setelah kembali dari perjalanan pulang dari rumah pak pangat, kami hanya diam dan merenung untuk setiap kejadian yang terjadi dalam perjalanan hari ini.
Syukur alhamdullilah kepada Allah S.W.T untuk alam yang indah yang tak pernah berhenti untuk membuatku belajar dan bersyukur tentang karunia - Nya


Nb:
terima kasih kepada
  • Seorang kawan dari Media Bojonegoro, yang memberikan informasi awal kepada kami mengenai lokasi ini melalui postingan nya di media tersebut
  • Orang - orang yang kami temui dan kami mintai informasi di sepanjang perjalanan, makasih banget untuk senyum ramah dan obrolan nya
  • Bapak - Bapak di camp pembuat arang yang sudah berbaik hati menunjukkan jalan kepada kami (maaf aku kok bisa kelupaan tidak bersilaturrahmi dan bertanya nama beliau), sedikit sesal
  • dan untuk kawan kecil ku, terima kasih banyak sudah menemani perjalanan gilaku dan mau bercinta di tempat yang tidak biasa, see you di perjalanan berikutnya ^_^

So

Kapan, Kita Kemana?
















Bertukar salam, menengok perahu nenek moyang!

By : Unknown
Nenek moyang ku seorang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai, sudah biasa
Seorang sahabat baru menyanyikan dengan lantang lagu nenek moyang ku seorang pelaut
dengan tatapan penuh semangat, sambil bercerita panjang lebar kepadaku
"tahukah kau bahwa nenek moyang kita itu pelaut, bukan petani?", dengan serius dia berucap
aku hanya cengar cengir saja,
kuperhatikan, tapi aku aku tak menentang semua yang dikatakannya (karena memang asline ndak paham, hehe)
mas idom namanya, seorang pemuda yang sangat luar biasa mampu bergerak dan konsisten pada bidang konservasi, terutama untuk konservasi perahu kuno.


Perjalanan siput kecil kali ini tujuannya adalah selatan Bojonegoro,
Foto koleksi siput kecil
28/04/2015
Kabupaten Rembang, tepatnya di Desa Punjulharjo kecamatan Lasem adalah titik pastinya. Yak sebuah artifak yang cukup menggegerkan dunia arkeologi bahkan gaungnya sampai ke dunia telah ditemukan beberapa tahun yang lalu. Perahu yang memiliki lebar 4.6 m dan panjang 15 m ini diperkirakan berusia antara abad ke VI - VII M (660 - 780 AD), merupakan temuan perahu laut satu - satunya yang masih utuh dan terlengkap se asia tenggara. Ditemukan tahun 2008, situs perahu kuno di Punjulharjo mendapat perhatian yang luar biasa, tidak hanya dari masyarakat sekitar tempat penemuan namun juga dari pihak - pihak yang terkait dalam pelestarian benda cagar budaya, seperti Balar, BPCB maupun pihak aparatur pemerintahan disana. Sekarang situs ini dilindungi oleh UU No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Ketika asik ngobrol dengan salah seorang dari Petugas yang saat itu sedang melaksanakan persiapan konservasi disana, siput kecil melamun dan terbang kerumah, dimana disana terdapat pula temuan yang sama. Perahu kuno, yang diperkirakan merupakan peninggalan pada era Kerajaan Mataram ditemukan di desa nya. Orang - orang menyebutnya perahu Desa Padang (karena memang di temukan di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro).
Siput kecil melihat sekitar dan tertunduk, kenapa kondisinya sangat jauh berbeda ya?????????
perahu yang berada di Desa Padang, itu sekarang sudah menjadi puing puing, tak hanya karena dia merupakan puing puing kenangan masa lalu peninggalan nenek moyang tp secara fisik sudah menjadi serpihan serpihan kayu yang hampir tak berbentuk lagi kini.
Ketika diketemukan awal 2006 dulu di bantaran bengawan solo, perahu kuno di Desa Padang masih utuh dan terlihat megah untuk dilihat, karena merupakan warisan yang berharga dan anak cucu wajib tahu tentang keberadaan perahu kuno ini, maka perahu dipindahkan dari tempat penemuan ke lokasi yang sudah "disiapkan" oleh pemerintah daerah. Ditangani dengan hati - hati dan butuh waktu berbulan - bulan memang, namun akhirnya perahu berhasil dipindahkan dan dibuatkan tempat "sementara" yang nyaman.
Warga sekitar sedang meratapi kondisi perahu saat ini
Foto koleksi : siput kecil
Namun sekitar tahun 2010 ketika siput kecil kembali keperaduan Ibunya, siput kecil tak menemukan kegagahan dari peninggalan perahu yang memiliki angka tahun 1612 M (dibuktikan dengan adanya ukiran pada lambung perahu) tersebut. terbengkalai dan tercerai berai seolah dilupakan, perahu itu diungkap kembali ke khalayak ketika pada Januari 2015, tembok tempat perahu itu ambruk dan mengubur sebagian badan perahu.


Kunjungan dari BK Borobudur
terkait tinjauan awal sebelum konservasi
foto koleksi : siputkecil

Badan terasa dingin, dan siput kecil tersadar dari lamunannya
ternyata obrolan sudah semakin serius dengan wajah serius seorang petugas, bicara
"WAH SAYANG SEKALI, INI SEHARUSNYA BISA UTUH JIKA DITANGANI DENGAN SERIUS, sudah segera bikin laporan dan kirim kepada kami langsung, kami akan segera meresponnya"
"EMAN TENAN IKI . . . . . . " umpatnya diakhir sebelum bersalaman dengan kami.









dalam hati siput kecil berucap lemah
"semoga tak hanya janji yang bisa dinanti, tapi gerakan yang pasti. amien"


Mbolang again, senja diujung bukit!!!

By : Unknown
huyeee, eh hureeee
akhir akhir ini siput kecil kembali mbolang kesana kemari . . .
karena memang banyak sekali kejadian hari-hari ini yang wow, tak terencana dan tak terduga tp penuh dengan canda, tawa dan cerita
the plontos, siput kecil dalam lamunan
Foto koleksi : Rudy Tabuty

mulai dari mlipir tak terencana ke madiun yang bablas ke dinginnya sarangan,
ngopi diwarung pojok pantai di jepara, ngobrol dengan si mbah tentang saudaranya yang jualan tales di warung pertigaan padangan sampai kmaren ngumpul dan ngopi di tepian bengawan bareng para hunter dunia maya(gamers red)
nyeeesss bgt pokok e. . . .


dan kali ini, siput kecil dengan cangkang rapuhnya kembali mbolang tanpa rencana
Tujuan sebenarnya seh kondangan ke nikahan sahabat bersama sang ketua, Alex, Umam, dan Rudy Tabuty. Eh masih ada satu lagi ding, mbak mbak cantik pacar sang ketua. Kumendan Erwin, begitu kami biasa memanggilnya waktu kuliah dlu, yang ternyata sudah sukses melepas masa lajangnya. Sempet kaget waktu datang ke kondangan kok masih "TEMU NGANTEN" ya, padahal sudah jam 14.00 WIB, apa kami salah jam ya?
padahal q yang bikin undangannya, masak kok ya lupa q jamnya!!! :hammer:
*clingak clinguk siput kecil bingung, padahal seingatku undangan e jam 10.00 WIB untuk acara puncaknya
usut punya usut ternyata karena suatu kejadian dan alasan yang tidak kami ketahui acara mundur dan baru mulai setelah kami datang. Apakah kami tamu agung yang ditunggu - tunggi? (*dikethak erwin, gara2 cletukan ini)

but no problem, setelah berhaha hihi dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai serta foto-foto narsis akhirnya kami pamit,
di tengah jalan Rudy usul untuk ciplon dulu di sendang yang pernah dibahas waktu ngopi kmaren malam
Yak, dasar otak lagi butuh di install ulang
kita mluncur akhirnya ke sebuah sendang yang, WOW epic binggo saudara saudara
Senja di Sendang Gunung Anyar
Foto koleksi : Rudy Tabuty
suasana alam pedasaan di pegunungan yang sejuk, angin yang semilir, pemandangan air yang tenang serta gemericik air yang jatuh dari dam sendang itu langsung membuat siput kecil ingin loncat ke dalam sendang
untungnya teman siput kecil sempat menangkap tangannya dan mengingatkan kalau trip kali ini baru aja dimulai. Masa mau basah basahan *hihihihi saking ngilernya gegara di PHP in di LAWU kmaren

karena sungkan dengan para pemancing yang ada disana, akhirnya siput kecil dan teman - temannya hanya menikmati senja sore itu dengan ngobrol dengan Mbah romo dan ngusilin orang mancing :D

dari keterangan Mbah romo, sendang itu bernama sendang gunung anyar, dan di daerah sekitar situ memang banyak terdapat sendang, yang konon katanya ga kalah cakep dari sendang tersebut
berbekal obrolan dengan Mbah mo, siput kecil n friends kembali bergerak menyusuri jalan perbukitan yang mulus mirip seperti kulit si mini dirumah, namun berkelok. Bergerak cukup lincah si siput n friends di jalanan perbukitan yang kadang masuk ke dalam hutan hutan yang senyap, menanjak terjal ataupun turun bebas ke pemukiman warga yang tersenyum ramah melihat kami bergerak sambil berteriak - teriak sore itu.
ah begitu bebasnya perjalanan sore ini, tanpa tujuan tanpa arah tanpa peta ataupun GPS karena memang HP dalam kondisi koma.

"SEMPURNA, alam tak pernah lelah membuatku kagum", *tuiiiiiing, sejenak melamun menikmati bagaimana kerennya sang senja, matahari merah begitu bulat simetris berada diatas awan di ufuk barat. Kembali siput kecil berteriak teriak dalam hatinya, bersujud syukur dalam do'a yang begitu khusuk
Alam ini luar biasa, bantu kami menjaganya ya ALLAH






selanjutya,
KAPAN KITA KEMANA?


NB :
Suwun kanggo dulur ku Rudy Tabuty, yang sudah jadi guide yang mengesankan, kamu pembalat sejati kawan
kanggo lik Umam, lhang ayo nabung, lhang ayo dolen dolen maneh kita, ahahaha
Rute sore itu : Rengel - Gunung Anyar - Mbulung -  Jegulo - Klumpit - Sugih Waras - Gal Boro, Parengan - Sendang Rejo - Bojonegoro

Menikmati air terjun di Gal Boro.
Foto koleksi : Rudy Tabuty

Bebas berekspresi di sendang gunung anyar
Foto koleksi : Rudy Tabuty



sumber air di sendang gunung anyar
Foto koleksi : Rudy Tabuty
:















karena ga ada hp or kamera (hpne matek kabeh), akhirnya dokumentasi terbatas pada sendang gunung anyar, dan dokumentasi yang lain pada ingatan siput kecil and friends
Tag : ,

Mlipir. Another way, another zone

By : Unknown

Mlipiiiiir

Niatan yang tak terduga membuat perjalanan jadi berbeda
Yak itulah kiranya perjalanan siput kecil kali ini
Kurang ramah memang dengan sunyinya belantara yang lama tak dicumbuinya
Dinikmati dengan secangkir kopi susu hangat
Agak kacau suasana cukup buat bibir nya tersenyum
Puncak hargo dumilah menyapa dengan ramah, seolah mengundang siapapun untuk berdiri menikmati dinginnya

Si bulat bulat kecil mengantar pulang ke peraduan
Ke ruang 3x4 yang selalu setia menunggu
Zona menyenangkan dan menjemukan yang selalu ada disana

04/04/2015 madiun bablas magetan

Tag : ,

harapan yg tertunda

By : Unknown
Di alam maya siput kecil bersenandung tanpa muka
berkelakar dengan merdu untuk satukan tekad
memadu kasih di pendakian semeru




perjalanan penuh tawa (kaskus oanc ngesot semeru 7-10 Oktober 2009)

perjalanan penuh tawa
(kaskus oanc ngesot semeru 7-10 Oktober 2009)di sinari sejuk mentari dan belaian mesra angin siput kecil berjalan
gelak tawa dan senyum bebas senantiasa terukir di bibir manismu
beban di pundak mungkin mampu menghambat lambaian langkah
namun tak akan mampu memadamkan cinta yg telah membara
tanpa tamparan dan batu sandungan kaki melangkah pasti
tuk gapai puncak cinta


bulan merestui cinta siput kecil
memandang malu-malu di balik bukit
mengingatkan hangat persaudaraan



berburu sunrise di ranukumbolo
(kaskus oanc ngesot semeru 7-10 Oktober 2009)
berburu sunrise di ranukumbolo (kaskus oanc ngesot semeru 7-10 Oktober 2009)


ranukumbolo masih bercerita 
tentang siput kecil yg angkuh bergerak mendaki
mencoba mencari sang pujaan hati
namun mahameru hanya memberi senyum simpul

harapan yg tertunda
(kaskus oanc ngesot semeru 7-10 Oktober 2009)
harapan yg tertunda (kaskus oanc ngesot semeru 7-10 Oktober 2009)

rasa lelah dan putus asa sempat hinggap di diri siput kecil
marah kesal dan emosi siput kecil memuncak
apa salah ku?
apa salah jika aku mencari cinta?
mengapa kau menolakku?


siput kecil mengumpat dan berteriak tidak jelas
namun umpatan dan teriakkan nya tak terdengar hanya di awang2
dengan lelah siput kecil pulang

dalam hati siput kecil berbisik lemah,
"kawan akankah kita kembali tuk memadu kasih"



TIM NGESOT KASKUS OANC 
(kaskus oanc ngesot semeru 7-10 Oktober 2009)
TIM NGESOT KASKUS OANC (kaskus oanc ngesot semeru 7-10 Oktober 2009)
KASKUS OANC NGESOT ke SEMERU
7-10 Oktober 2009
terimakasih tlah berbagi senyum dan tawa,tanpa lelah

Senyum "siaga" dibalik abu kelud!

By : Unknown
Kamis, 13 Februari 2014 23.00
Kelud kembali pada ritual 7 tahunan nya, abu vulkanik kembali dimuntahkan dan menyebar keseluruh wilayah di sekitarnya. Kediri, malang, blitar, surabaya bahkan sampai jogya terkena dampaknya, dan Desa ku tak luput dari hujan abu vulkanik kelud. semua menjadi putih, dan pedih jika terkena mata. 

Saat teman ku mengajak berangkat ke blitar untuk merespon letusan kelud, tanpa pikir panjang aku segera berangkat. Bersama Mas Sueb, Mas co, irvan dari tuban aku meluncur ke blitar, tepatnya di kecamatan nglegok, kabupaten malang. Daerah ini merupakan kawasan KRB II karena berjarak kurang lebih 20km dari titik letusan gunung api kelud. Suasane disana ternyata tidak sesuai dengan apa yang kubayangkan, warga ternyata sudah siap terhadap apa yang akan terjadi. Disambut oleh mas arif (relawan dari FPBI surabya) yang sudah berada lebih dulu disana, dan kemudian berkenalan dengan warga sekitar yang bergabung dalam KSB Blitar (Kampung Siaga Bencana). Kami diminta untuk menjadi tim trauma healing disana, sebuah hal yang baru untukku. 
Trauma Healing di posko pengungsian

Trauma healing adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain untuk mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis yang sedang dialami yang diakibatkan syok atau trauma. Kegiatan kami fokus kepada anak - anak, agar sekembalinya dari pengungsian mereka bisa beraktivitas seperti biasa dan tidak meninggalkan pengalaman pahit dikemudian hari terhadap bencana letusan gunung berapi kelud.

Senin, 17 Februari 2014
Adanya bencana gunung api kelud ternyata tidak hanya direspon masyarakat dan relawan dari berbagai daerah. Namun, RI 1 atau presiden Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono bersimpatik dan menyempatkan diri untuk datang di camp-camp pengungsian di yang ada. Di Nglegok, pak SBY di jadwalkan akan hadir siang jam 14.00, segala persiapan dilaksanakan mulai dari "menyiapkan" para pengungsi, sarana dan prasana sampai personil untuk menyambut kedatangan beliau. Semua nampak antusia kecuali aku, entah kenapa aku berfikir semua ini terlalu berlebihan. Malam ketika aku datang semua tampak biasa dan tidak ada kejadian yang terlalu luar biasa, tapi pagi ini semua nampak siap dan hilir mudik menyiapkan semua. Mulai dari paspanpres yang sibuk dengan semua protokol, sampai para wartawan dan relawan dadakan yang tiba - tiba memenuhi tempat pengungsian. Hal ini bertolak belakang, ketika jam 19.00 WIB, pak SBY meninggalkan Nglegok, semua yang siang tadi rame mendadak hilang dan tempat pengungsian kembali sepi seperti malam ketika aku datang. Akhirnya, aku menghabiskan malam bermain bola dan balon dengan anak-anak pengungsian bersama mas arif.

Selasa, 18 Februari 2014
Subuh - subuh aku dibangunkan oleh mas arif, ternyata kami kedatangan teman - teman FPBI dari UNESA Surabaya. Mereka terdiri dari 13 personil, dalam hari aku bersyukur akhirnya ramai lagi ini. Pagi hari, seperti biasa aku ngobrol dengan beberapa ibu - ibu di pengungsian, ternyata mereka akan kembali ke rumah pagi ini. Jadi agenda hari ini adalah menyalurkan bantuan ke desa - desa yang terdampak langsung letusan gunung api kelud. Malam nya teman - teman FBPI UNESA kembali ke Surabaya.

Kamis, 20 Februari 2014
Hari ini, kami berencana melakukan kaji cepat kebutuhan dan trauma healing ke desa - desa terdampak bencana. Dengan di komando langsung oleh Pak Aji dari jakarta yang merupakan ketua FBPI pusat, serta teman - teman relawan dari bojonegoro yang datang kmaren (teman - teman pramuka, PA) yang tergabung dalam FPBI Bojonegoro, kami melakukan kaji cepat ke Dukuh kalibladak desa penataran kecamata nglegok blitas. Disana suasana sangat tragis, dimana rumah - rumah atapnya hancur dan bolong di sana - sini. Kami yang sudah dibagi menjadi 2 tim : tim kaji cepat kebutuhan (assesment) dan tim trauma healing segera melaksanakan tugas. Aku berbincang dengan seorang warga bernama mbah nonong yang berusia 78 tahun yang tinggal berdua dengan suaminya mbah taji ( 92 tahun), mereka bercerita tentang bagaimana keadaaan mereka, rumah mereka masih utuh. Namun Mbah Taji menderita sakit sejak di pengungsian karena merasa bosan dan tertekan saat pengungsian. Berbeda dengan Mbah Taji, Mbah Nonong terlihat sehat dan sangat energik. Beliau selalu bilang "oyi" setiap kita tanya dan terlalu tersenyum ramah. Tak berbeda dengan Mbah Nonong, kami bertemu dengan Mbah Memble, beliau tersenyum begitu melihat kami, beliau terlihat akrab dengan teman - teman FPBI Surabaya. Ternyata rumah beliau pernah digunakan sebagai base camp tanggap bencana teman -teman FPBI waktu merespot kondisi "siaga" Kelud tahun 2007. Beliau bercerita banyak tentang bagaimana terjadinya letusan dan apa - apa saja yang beliau alami di pengungsian dengan penuh antusias. Sebelum pulang, kami berkumpul untuk membahas hasil assesment dan trauma healing yang sudah dilakukan di rumah mbah agung. Seorang relawan yang banyak memberikan bantuan dan inspirasi untukku. Candaan - candaan dan tutur sapa beliau yang ramah, membuat kami merasa bahwa kami sedang berada di rumah dan tidak berada di KRB I.

Jum'at 21 Februari 2014
Anak - Anak siaga bencana kampung anyar
Hari ini kami menuju ke desa kampung anyar, 7.2km dari puncak gunung api kelud. Dari kampung anyar, kelud nampak jelas masih mengepulkan asap putih, akan tetapi hari itu status sudah turun menjadi siaga. Kami segera menyebar karena beberapa personil kami gabung dengan KSB untuk penyaluran bantuan. Tim segera melakukan assesment untuk mengumpulkan data terkini mengenai kondisi terakhir serta kebutuhan para warga di kampung anyar pasca letusan gunung api kelud. Ternyata warga di kampunganyar sudah sadar, mampu merespon dan terorganisir dengan baik saat bencana terjadi, tidak berbeda dengan warga kalibladak kesadaran bahwa mereka berada di KRB I membuat warga menjadi warga yang siap dan mampu mengkondisikan diri dengan baik. 










"Niagara Kecil" Bojonegoro

By : Unknown


Si siput kecil bojonegoro
Mbolang adalah hal yang paling menyenangkan yang dapat membuat diriku melupakan penat dari rutinitas yang kadang menjemukan. Kebetulan hobi yang satu ini, sudah aku lakukan mulai dari kecil. Walaupun tidak jauh atau hanya berkisaran sekitar rumah saja.

Kali ini, aku kembali mendapat ajakan dari teman untuk mbolang ke salah satu tempat eksotic di kabupaten bojonegoro. Teras bengawan solo, begitu temanku menyebutnya. Sebuah tempat yang berada di bantaran sungai bengawan solo ini, sungguh menakjubkan karena berupa ceruk yang berada di tengah sungai, air yang mengalir seolah - olah terjun bebas tanpa hambatan dan ikan - ikan melompat - lompat menari melawan arus. Pemandangan yang sering aku saksikan di tv di negara - negara seperti amerika dan eropa. Bojonegoro menyimpan surga kecil seperti ini, namun sayang tempat ini hanya bisa dinikmati ketika musim kemarau disaat air bengawan surut. 

Ternyata tempat ini terkenal di kalangan para orang - orang yang hobi memancing sebagai surga untuk memancing. lokasi dari kawasan nan eksotic ini berada di Desa Payaman, Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro.

Mancing mania :)




- Copyright © Catatan si siput kecil - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Siput Kecil -