Mbolang again, senja diujung bukit!!!
By : Unknown
huyeee, eh hureeee
akhir akhir ini siput kecil kembali mbolang kesana kemari . . .
karena memang banyak sekali kejadian hari-hari ini yang wow, tak terencana dan tak terduga tp penuh dengan canda, tawa dan cerita
mulai dari mlipir tak terencana ke madiun yang bablas ke dinginnya sarangan,
ngopi diwarung pojok pantai di jepara, ngobrol dengan si mbah tentang saudaranya yang jualan tales di warung pertigaan padangan sampai kmaren ngumpul dan ngopi di tepian bengawan bareng para hunter dunia maya(gamers red)
nyeeesss bgt pokok e. . . .
dan kali ini, siput kecil dengan cangkang rapuhnya kembali mbolang tanpa rencana
Tujuan sebenarnya seh kondangan ke nikahan sahabat bersama sang ketua, Alex, Umam, dan Rudy Tabuty. Eh masih ada satu lagi ding, mbak mbak cantik pacar sang ketua. Kumendan Erwin, begitu kami biasa memanggilnya waktu kuliah dlu, yang ternyata sudah sukses melepas masa lajangnya. Sempet kaget waktu datang ke kondangan kok masih "TEMU NGANTEN" ya, padahal sudah jam 14.00 WIB, apa kami salah jam ya?
padahal q yang bikin undangannya, masak kok ya lupa q jamnya!!! :hammer:
*clingak clinguk siput kecil bingung, padahal seingatku undangan e jam 10.00 WIB untuk acara puncaknya
usut punya usut ternyata karena suatu kejadian dan alasan yang tidak kami ketahui acara mundur dan baru mulai setelah kami datang. Apakah kami tamu agung yang ditunggu - tunggi? (*dikethak erwin, gara2 cletukan ini)
but no problem, setelah berhaha hihi dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai serta foto-foto narsis akhirnya kami pamit,
di tengah jalan Rudy usul untuk ciplon dulu di sendang yang pernah dibahas waktu ngopi kmaren malam
Yak, dasar otak lagi butuh di install ulang
kita mluncur akhirnya ke sebuah sendang yang, WOW epic binggo saudara saudara
suasana alam pedasaan di pegunungan yang sejuk, angin yang semilir, pemandangan air yang tenang serta gemericik air yang jatuh dari dam sendang itu langsung membuat siput kecil ingin loncat ke dalam sendang
untungnya teman siput kecil sempat menangkap tangannya dan mengingatkan kalau trip kali ini baru aja dimulai. Masa mau basah basahan *hihihihi saking ngilernya gegara di PHP in di LAWU kmaren
karena sungkan dengan para pemancing yang ada disana, akhirnya siput kecil dan teman - temannya hanya menikmati senja sore itu dengan ngobrol dengan Mbah romo dan ngusilin orang mancing :D
dari keterangan Mbah romo, sendang itu bernama sendang gunung anyar, dan di daerah sekitar situ memang banyak terdapat sendang, yang konon katanya ga kalah cakep dari sendang tersebut
berbekal obrolan dengan Mbah mo, siput kecil n friends kembali bergerak menyusuri jalan perbukitan yang mulus mirip seperti kulit si mini dirumah, namun berkelok. Bergerak cukup lincah si siput n friends di jalanan perbukitan yang kadang masuk ke dalam hutan hutan yang senyap, menanjak terjal ataupun turun bebas ke pemukiman warga yang tersenyum ramah melihat kami bergerak sambil berteriak - teriak sore itu.
ah begitu bebasnya perjalanan sore ini, tanpa tujuan tanpa arah tanpa peta ataupun GPS karena memang HP dalam kondisi koma.
"SEMPURNA, alam tak pernah lelah membuatku kagum", *tuiiiiiing, sejenak melamun menikmati bagaimana kerennya sang senja, matahari merah begitu bulat simetris berada diatas awan di ufuk barat. Kembali siput kecil berteriak teriak dalam hatinya, bersujud syukur dalam do'a yang begitu khusuk
selanjutya,
NB :
Suwun kanggo dulur ku Rudy Tabuty, yang sudah jadi guide yang mengesankan, kamu pembalat sejati kawan
kanggo lik Umam, lhang ayo nabung, lhang ayo dolen dolen maneh kita, ahahaha
Rute sore itu : Rengel - Gunung Anyar - Mbulung - Jegulo - Klumpit - Sugih Waras - Gal Boro, Parengan - Sendang Rejo - Bojonegoro
:
karena ga ada hp or kamera (hpne matek kabeh), akhirnya dokumentasi terbatas pada sendang gunung anyar, dan dokumentasi yang lain pada ingatan siput kecil and friends
akhir akhir ini siput kecil kembali mbolang kesana kemari . . .
karena memang banyak sekali kejadian hari-hari ini yang wow, tak terencana dan tak terduga tp penuh dengan canda, tawa dan cerita
![]() |
| the plontos, siput kecil dalam lamunan Foto koleksi : Rudy Tabuty |
mulai dari mlipir tak terencana ke madiun yang bablas ke dinginnya sarangan,
ngopi diwarung pojok pantai di jepara, ngobrol dengan si mbah tentang saudaranya yang jualan tales di warung pertigaan padangan sampai kmaren ngumpul dan ngopi di tepian bengawan bareng para hunter dunia maya(gamers red)
nyeeesss bgt pokok e. . . .
dan kali ini, siput kecil dengan cangkang rapuhnya kembali mbolang tanpa rencana
Tujuan sebenarnya seh kondangan ke nikahan sahabat bersama sang ketua, Alex, Umam, dan Rudy Tabuty. Eh masih ada satu lagi ding, mbak mbak cantik pacar sang ketua. Kumendan Erwin, begitu kami biasa memanggilnya waktu kuliah dlu, yang ternyata sudah sukses melepas masa lajangnya. Sempet kaget waktu datang ke kondangan kok masih "TEMU NGANTEN" ya, padahal sudah jam 14.00 WIB, apa kami salah jam ya?
padahal q yang bikin undangannya, masak kok ya lupa q jamnya!!! :hammer:
*clingak clinguk siput kecil bingung, padahal seingatku undangan e jam 10.00 WIB untuk acara puncaknya
usut punya usut ternyata karena suatu kejadian dan alasan yang tidak kami ketahui acara mundur dan baru mulai setelah kami datang. Apakah kami tamu agung yang ditunggu - tunggi? (*dikethak erwin, gara2 cletukan ini)
but no problem, setelah berhaha hihi dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai serta foto-foto narsis akhirnya kami pamit,
di tengah jalan Rudy usul untuk ciplon dulu di sendang yang pernah dibahas waktu ngopi kmaren malam
Yak, dasar otak lagi butuh di install ulang
kita mluncur akhirnya ke sebuah sendang yang, WOW epic binggo saudara saudara
![]() |
| Senja di Sendang Gunung Anyar Foto koleksi : Rudy Tabuty |
untungnya teman siput kecil sempat menangkap tangannya dan mengingatkan kalau trip kali ini baru aja dimulai. Masa mau basah basahan *hihihihi saking ngilernya gegara di PHP in di LAWU kmaren
karena sungkan dengan para pemancing yang ada disana, akhirnya siput kecil dan teman - temannya hanya menikmati senja sore itu dengan ngobrol dengan Mbah romo dan ngusilin orang mancing :D
dari keterangan Mbah romo, sendang itu bernama sendang gunung anyar, dan di daerah sekitar situ memang banyak terdapat sendang, yang konon katanya ga kalah cakep dari sendang tersebut
berbekal obrolan dengan Mbah mo, siput kecil n friends kembali bergerak menyusuri jalan perbukitan yang mulus mirip seperti kulit si mini dirumah, namun berkelok. Bergerak cukup lincah si siput n friends di jalanan perbukitan yang kadang masuk ke dalam hutan hutan yang senyap, menanjak terjal ataupun turun bebas ke pemukiman warga yang tersenyum ramah melihat kami bergerak sambil berteriak - teriak sore itu.
ah begitu bebasnya perjalanan sore ini, tanpa tujuan tanpa arah tanpa peta ataupun GPS karena memang HP dalam kondisi koma.
"SEMPURNA, alam tak pernah lelah membuatku kagum", *tuiiiiiing, sejenak melamun menikmati bagaimana kerennya sang senja, matahari merah begitu bulat simetris berada diatas awan di ufuk barat. Kembali siput kecil berteriak teriak dalam hatinya, bersujud syukur dalam do'a yang begitu khusuk
Alam ini luar biasa, bantu kami menjaganya ya ALLAH
selanjutya,
KAPAN KITA KEMANA?
NB :
Suwun kanggo dulur ku Rudy Tabuty, yang sudah jadi guide yang mengesankan, kamu pembalat sejati kawan
kanggo lik Umam, lhang ayo nabung, lhang ayo dolen dolen maneh kita, ahahaha
Rute sore itu : Rengel - Gunung Anyar - Mbulung - Jegulo - Klumpit - Sugih Waras - Gal Boro, Parengan - Sendang Rejo - Bojonegoro
![]() |
| Menikmati air terjun di Gal Boro. Foto koleksi : Rudy Tabuty |
![]() |
| Bebas berekspresi di sendang gunung anyar Foto koleksi : Rudy Tabuty |
![]() |
| sumber air di sendang gunung anyar Foto koleksi : Rudy Tabuty |
karena ga ada hp or kamera (hpne matek kabeh), akhirnya dokumentasi terbatas pada sendang gunung anyar, dan dokumentasi yang lain pada ingatan siput kecil and friends
Tag :
mbolang
,
Sajak penghujung malam
By : UnknownDi malam yang dingin dan gelap sepi,lelah ku melayang dalam kisah kita
Kawan, sudah lama ingatan ini ada, berputar berulang menjadi saksi sebuah perjalanan
Berkejar dan bekelakar tentang kehidupan
Kawan, kau yang berdiri dan berjalan beriringan
Melihat dan mendengar dalam setiap adegan
Tersenyum dan tertawa menikmati suasana malam, alam yang terus berkembang
Berkejar dan bekelakar tentang kehidupan
Kawan, kau yang berdiri dan berjalan beriringan
Melihat dan mendengar dalam setiap adegan
Tersenyum dan tertawa menikmati suasana malam, alam yang terus berkembang
Berceritalah kawan, terus bicara sampai kita tak memahami makna
Lupa akan hidangan yang tersaji di meja makan dan diusir dari restoran karena terlalu lelap dalam sebuah obrolan
Lupa akan hidangan yang tersaji di meja makan dan diusir dari restoran karena terlalu lelap dalam sebuah obrolan
Kawanku, dalam sebuah harap dan do'a yang kupanjatkan
Mimpi tentang indahnya akhir sebuah tulisan
Dan terikat dalam bendel buku yang tertulis dengan senyum kemenangan
Mimpi tentang indahnya akhir sebuah tulisan
Dan terikat dalam bendel buku yang tertulis dengan senyum kemenangan
"This feeling inside me
Finally found my love, I've finally broke free
No longer torn in two
I'd take my own life before losing you"
Selamat malam kawan, dalam terang cahaya bulan kau menawan
Bintang kan selalu menemanimu
Senyap kan mencumbumu dalam lelap dan esok hari mentari kan benderang menyambutmu
Bintang kan selalu menemanimu
Senyap kan mencumbumu dalam lelap dan esok hari mentari kan benderang menyambutmu
Hai kawan, sebuah memori tak mungkin terlupakan
Berkerak dan berkarat dalam sebuah lamunan
Hingga janji itu mungkin menjadi dendam
Berkerak dan berkarat dalam sebuah lamunan
Hingga janji itu mungkin menjadi dendam
Tapi ku yakin kawan, selarutnya malam akan ada esok yang menanti
Pagi dimana serabi tersaji bersama secangkir kopi
Dan kita akan kembali tersenyum dan tertawa dalam cerita yang berbeda
Pagi dimana serabi tersaji bersama secangkir kopi
Dan kita akan kembali tersenyum dan tertawa dalam cerita yang berbeda
Ketika semua itu benar benar terjadi, semoga tak ada dosa yang tak terungkapkan
Mulyoagung, 10 april 2015
Bersama cangkir kopi siputkecil yang mulai kosong, aku nikmati sisa malam ini
Bersama cangkir kopi siputkecil yang mulai kosong, aku nikmati sisa malam ini
Tag :
grey area
,
Antara cinta dan masa depanku?
By : Unknown
Woi sabar disik Kang
Ini bukan judul sinetron di televisi swasta lo, ataupun novel drama yang sering dibaca anak - anak muda
Ini bukan judul sinetron di televisi swasta lo, ataupun novel drama yang sering dibaca anak - anak muda
CURCOL!!!??, jiaaaah bukaaaan, diawur ae
Judul diatas merupakan tema dari pementasan Sandur di Universitas Bojonegoro (UNIGORO) dalam rangka DIES NATALIES UNIGORO ke 34 semalam, yak Sandur seni tradisi khas masyarakat Bojonegoro semalem dipentaskan dengan epic oleh Komunitas Sandur Kembang Desa Bojonegoro. mengangkat tentang permasalahan anak muda yang selalu dilema antara cinta dan masa depannya (yen bahasane cah kene, GALAU).
Pertunjukkan dibuka dengan tetembangan dari panjak hore yang mengiringi tari jaraanan, tari jaranan yang terkenal dengan "ndadi" (kesurupan, red) di tampilkan dengan begitu berbeda. Tari jaranan begitu atraktif dengan atraksi - atraksi, serta kadang - kadang genit menggoda penonton membuat penonton begitu khidmat menikmati awal - awal pertunjukkan,
Udeng gadhung nggo samiran, konco konco yuk podo dolanan
Ayo sesanduran, kanggo lelipuran
Dedolanan, dolanan sesanduran
- Tembang Udeng Gadung mengiringi anak wayang memasuki blabar janur kuning
Dan cerita dimulai dari curhatan si Pethak
Saat ngobrol dengan teman - temannya panjak hore, si Petak bingung untuk melanjutkan kuliah atau bekerja. Karena keterbatasan modal dan skill yang kurang mumpuni, serta wajah yang ***** (terpaksa harus disensor karena tak layak) membuat petak hanya bisa mengeluh dan curhat kesana kemari. Namun petak tak se apes itu, dia ternyata memiliki seorang kekasih dambaan hati, setelah di desak dan di "sowak i" oleh panjak hore tentang cewek nya tersebut akhirnya petak mau juga mengenalkan sang pujaan hati, yak Si Cawik anak Wak Kaji Tansil adalah gadis yang kurang beruntung tersebut (setidaknya seluruh panjak hore dan penonton sepakat akan hal ini) hihihihi sorry yo Tak, aku hanya bicara fakta yang ada.
Karena sudah jengkel diejekin panjak hore, Pethak akhirnya pergi untuk menemui Cawik, dan merayu Si Cawik untuk diajak jalan - jalan. Walaupun sedang bingung untuk memilih universitas serta mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian penerimaan mahasiswa baru, Cawik akhirnya mau juga di ajak jalan - jalan.
But wait, bukan Pethak namanya kalo ga apes, dalam perjalanan mereka ketemu Wak Tansil ayah angkat Cawik. Wak Tansil yang terkenal galak dan tidak merestui hubungan Pethak dan Cawik, langsung menceramahi Pethak. Pethak yang cinta mati dengan Cawik beradu argumen dengan Wak Tansil mulai dari membahas pelajaran, pekerjaan, politik, hukum, ekonomi, sampai membahas marmut panjak hore yang bernama cindut (hedeeeeh, tekan ndi - ndi iki), akhirnya Pethak diperbolehkan jalan - jalan dengan Cawik, bahkan Pethak direstui hubungannya dengan syarat Pethak harus bekerja dengan giat dan memiliki penghasilan Rp. 1.500.000/tahun.
"eiiiiittttsss, enak aja" celetuk Wak Tansil
"Sak yuto setengah kie sedino yo ngger, iso ra iso kudu iso. Yen koe seneng karo anakku, koe kudu iso buktikan CINTAMU", lanjut Wak Tansil diakhir petuahnya kepada Pethak, wajah Pethak langsung ditekuk dan hampir pingsan mendengarnya disambut dengan gelak tawa panjak hore plus hadirin dan hadirot jamaah sandur malam itu.
Sedang terpingkal - pingkal karena melihat muka Pethak yang lunkzet karena mendengar syarat Wak Tanzil, panjak hore tiba - tiba dikejutkan oleh sosok misterius di ujung pojok Blabar Janur Kuning. Pemuda dengan setelan necis mirip Elvis Presli pada era tahun 70an, ternyata adalah Balong, mahasiswa design gratis eh grafis ding salah satu universitas tinggi ternama di Bandung. Balong yang sedang liburan selain untuk bertemu dengan keluarganya, juga untuk melepas rindunya untuk cinta pertamanya yang tak lain dan tak bukan adalah Cawik.
Ketika sedang apel dan melepas rindu, Balong diganggu dengan celotehan celotehan si Pethak dari sebelah rumah si Cawik. Pethak yang cemburu mengolok - olok Balong, mereka beradu mulut sampai beradu jotos. Adegan berlangsung seru, panjak hore yang melihat hanya mampu untuk taruhan siapa yang menang, ada yang menjagokan Pethak dan adapula yang menjagokan si Balong, dan tak main - main Henpon Blackberry yang digunakan taruhan. Balong yang memang dulunya merupakan Pendekar dikampung itu menang, namun sebelum pertarungan semakin si Om panjak kendang melerai mereka. Hal ini membuat kecewa panjak hore yang menjagokan si Balong.
Om panjak meminta keterangan dari kedua pelaku, apa yang sebenarnya terjadi sehingga mereka saling baku hantam?, dan eng ing eng
lagi lagi dan lagi semua karena cewek alias si Cawik.
Namun ternyata si Cawik belum ingin menjalin hubungan yang serius, dia masih ingin mengejar cita - citanya. Wak Tansil yang saat itu pulang dari bekerja langsung menghampiri mereka, mencak - mencak dan mengusir Pethak sekaligus balong. Cawik menangis di dalam kamar karena kejadian tersebut. Dan . . . . .
Sampun rampung tembangane konco sandur,
guyup rukun, urun tutur, limintu tansan sempulur
nadjan campur bawur guyup rukun koyo dulur
pinter, atur, racikane pra leluhur
Bilih wonten lepat atur pangapunten lan lumuntur.
pentas yang begitu meriah, sampai- sampai Rektor serta jajaran staff Dosen Unigoro tak berkenan meninggalkan pertunjukkan dan bahkan menyempatkan diri berfoto bareng dengan Komunitas Seni Tradisional Sandur Kembang Desa Bojonegoro dari Sanggar Seni Sayap Jendela





